Site icon SMA Negeri 1 Sukau

Grooming Pria Menurut Sunnah: Panduan Lengkap untuk Muslim

Grooming Pria Menurut Sunnah: Panduan Lengkap untuk Muslim

Jauh sebelum industri perawatan diri bernilai triliunan rupiah, Islam sudah menetapkan standar kebersihan dan kerapian yang luar biasa detail. Grooming pria menurut sunnah bukan sekadar soal penampilan — ini menyangkut ibadah, adab, dan identitas seorang Muslim. Rasulullah ﷺ sendiri dikenal sebagai sosok yang selalu hadir dalam keadaan bersih, rapi, dan wangi.

Tidak sedikit pria Muslim yang merasa perawatan diri adalah urusan “duniawi” yang berlebihan. Padahal, menjaga kebersihan tubuh dan penampilan termasuk dalam konsep fitrah yang diperintahkan langsung dalam hadis sahih. Justru mengabaikannya bisa berseberangan dengan sunnah Nabi.

Nah, yang menarik dari panduan grooming islami ini adalah betapa praktisnya ia diterapkan dalam keseharian — tanpa harus bergantung pada produk mahal atau rutinitas rumit. Semua ada tuntunannya, dari ujung rambut hingga kuku.


Dasar Grooming Pria Menurut Sunnah: Lima Perkara Fitrah

Titik awal memahami perawatan diri dalam Islam adalah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, di mana Rasulullah ﷺ menyebutkan lima perkara fitrah. Ini adalah fondasi utama grooming islami yang wajib dipahami setiap Muslim.

Khitan, Mencukur Bulu Kemaluan, dan Memotong Kuku

Tiga dari lima fitrah ini berkaitan langsung dengan kebersihan tubuh bagian sensitif. Mencukur bulu kemaluan dan ketiak dianjurkan tidak lebih dari 40 hari sekali — ulama menegaskan idealnya dilakukan setiap pekan atau dua pekan. Memotong kuku pun masuk dalam kategori yang sama: rutin, bersih, dan tidak dibiarkan panjang berlebihan karena bisa menjadi sarang kotoran dan bakteri.

Memangkas Kumis dan Memelihara Jenggot

Dua perkara fitrah terakhir ini sering jadi perdebatan, tapi sebenarnya cukup jelas. Rasulullah ﷺ memerintahkan agar kumis dipangkas pendek agar tidak menutupi bibir saat makan atau berbicara. Soal jenggot, mayoritas ulama menyepakati bahwa memelihara jenggot hukumnya wajib atau minimal sunnah mu’akkadah — tidak boleh dicukur habis. Panjang idealnya setidaknya satu genggaman tangan, dan boleh dirapikan selama tidak menghilangkan wujudnya.


Perawatan Rambut, Tubuh, dan Wewangian dalam Islam

Grooming tidak berhenti pada lima perkara fitrah. Ada banyak sunnah lain yang membangun citra seorang Muslim sebagai pribadi yang bersih, segar, dan layak dipandang.

Merawat dan Menyisir Rambut

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melarang membiarkan rambut terurai berantakan. Menyisir rambut, meminyaki, dan merapikannya adalah sunnah yang sering diabaikan. Banyak orang mengira model rambut tertentu yang “acak-acakan” terlihat keren, padahal dari sisi sunnah justru bertentangan. Rambutpun sebaiknya tidak dibiarkan panjang melewati bahu kecuali ada kebutuhan tertentu, dan tetap harus dijaga kerapiannya.

Penggunaan Wewangian dan Siwak

Rasulullah ﷺ sangat mencintai wewangian — parfum dan minyak wangi termasuk dalam perkara yang beliau sukai. Memakai wewangian sebelum keluar rumah, terutama ke masjid, adalah sunnah yang bernilai tinggi. Perlu dicatat, wewangian untuk pria sebaiknya yang aroma dan sifatnya terasa kuat, bukan sekadar “terasa” di kulit. Siwak juga bagian dari grooming islami yang tidak bisa dilewatkan — membersihkan gigi, menyegarkan napas, dan bahkan dilipatgandakan pahala salatnya.


Tips Praktis Menerapkan Grooming Sunnah di Kehidupan Modern 2026

Menjalani grooming islami di era sekarang justru lebih mudah. Produk perawatan halal semakin banyak tersedia, dari pomade berbahan alami hingga parfum berlabel halal internasional.

Berikut rutinitas mingguan yang bisa diterapkan:


Kesimpulan

Grooming pria menurut sunnah adalah sistem perawatan diri yang jauh lebih komprehensif dari yang dibayangkan kebanyakan orang. Ia mencakup kebersihan tubuh, kerapian penampilan, kesehatan mulut, hingga penggunaan wewangian — semuanya dengan tuntunan yang jelas dan mudah dipraktikkan. Bukan soal gaya semata, tapi tentang menghidupkan sunnah Nabi dalam keseharian.

Jadi, mulai dari hal paling sederhana dulu: rapikan kuku hari ini, siapkan siwak di saku, dan semprotkan sedikit wewangian sebelum berangkat. Konsistensi dalam perkara kecil inilah yang justru membentuk karakter seorang Muslim yang rapi, percaya diri, dan mencintai sunnahnya.


FAQ

Apa saja perkara fitrah dalam grooming pria menurut Islam?

Lima perkara fitrah meliputi khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, memangkas kumis, dan memelihara jenggot. Kelimanya disebutkan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim sebagai standar kebersihan dasar seorang Muslim.

Bolehkah pria Muslim mencukur habis jenggotnya?

Mayoritas ulama dari empat mazhab berpendapat bahwa mencukur jenggot hukumnya haram atau minimal makruh tahrim. Jenggot boleh dirapikan, tapi tidak boleh dihilangkan seluruhnya karena bertentangan dengan sunnah Nabi ﷺ.

Berapa lama batas waktu membersihkan bulu ketiak dan bulu kemaluan menurut sunnah?

Batas maksimal yang disebutkan dalam hadis adalah 40 hari. Namun para ulama menganjurkan untuk melakukannya setiap pekan atau minimal dua pekan sekali demi menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh secara optimal.

Exit mobile version